Dorong idemu menjadi tindakan!

Shorthen the span from idea to action!

Omongan ini salah satu campaign theme yang mulai hangat di tempat saya bekerja. Hangat karena memang sebagai organisasi besar yang ingin mengubah dirinya menjadi lebih gesit dan responsif terhadap perubahan, memperpendek jarak dari ide ke tindakan menjadi sangat penting walaupun sulit.

Sulit? Jelas! Karena organisasi besar identik dengan kecenderungan memiliki proses yang makin panjang, administrasi yang kompleks, dan pertimbangan yang berlapis-lapis. Gampangnya, terjadi ‘obesitas’ yang membikin lambat dan ‘banyak penyakit’. Tapi saya jadi berpikir lagi. Apa betul memang gemuk dan lambat ini semata karena organisasinya membesar? Apakah jauhnya jarak dari ide ke tindakan itu, yang bikin proses bertele-tele dan lambat itu, bukan disebabkan oleh manusianya sendiri?

Nah, tadinya, saya mau memberi judul tulisan ini dengan “Mengapa jarak ide ke aksi agak jauh?” Tapi saya lagi bosan menganalisa, bertanya ‘mengapa’ dan melulu bermain-main ide yang tanpa terasa menjauhkan diri dari dunia tindakan alias aksi. Jadi saya memilih berbagi catatan terkait jarak dari ide ke aksi aja. Instead of wondering why it is difficult, I choose to talk about how it can be done! Jadinya, beginilah tulisan ini, dan judulnya seperti yang anda bisa baca di atas.

Stop being a control freak!

Pertama, saya belajar bahwa keinginan kita untuk mengendalikan situasi, seringkali jadi biang masalah. Padahal, namanya hidup itu justru bisa berjalan karena beragam kemungkinan. Kalau semua mau kita kendalikan, ya jelas tidak mungkin. Justru keinginan mengendalikan segala hal itu yang menjadi penyakit, dan membuat kita tidak kunjung melakukan sesuatu. Kita ingin keamanan dan kepastian, padahal itu adalah persepsi relatif saja kan.

Jadi, punya kontrol atas hal-hal yang bisa dikendalikan itu sudah cukup, dan terimalah kenyataan kalau ada hal-hal yang di luar kontrol. Kalau keinginan mengendalikan itu sudah ‘serakah’, ingin kontrol atas segalanya, dan bikin kita jadi tidak beranjak maju, itu artinya kita sudah kebablasan. Stop becoming a control freak! There are always things beyond our control!

Pilih orang yang tepat, dan bangun kepercayaan dari sekarang!

Satu lagi yang bikin ide jadi jauh dari tindakan: Ketidakpercayaan pada orang lain. Ya memang kita harus hati-hati, dan jelas tidak semua orang bisa dipercaya. Itu saya 100 % setuju. Tapi kalau tidak percaya sama sekali dan semua-semua harus kita tangani sendiri, ya gimana mau bisa menerjemahkan ide menjadi tindakan dengan cepat.

Ada yang bilang bahwa justru yang paling efektif adalah kalau ide kita dilakukan oleh kita sendiri, bukan dengan mempercayakan pada orang lain. Saya setuju, kalau itu ide yang pelaksanaannya cukup dengan kita sendiri. Tapi ide-ide yang untuk terjemahan aksinya perlu orang lain, ya kita harus percaya pada orang yang kita ajak kerjasama. Dan ingat, kepercayaan itu perlu dibangun, tidak langsung jadi dalam 3 menit seperti mi instant.

Kalau ada pengalaman anda selama ini dimana anda percaya pada orang lain, terus kenyataanya tidak sesuai harapan, itu bukan soal memberikan kepercayaan. Saya yakin betul itu karena anda salah pilih orang untuk dipercaya!

Jangan kebanyakan konsep dan rencana, lakukan sesuatu!

Berikutnya soal perencanaan. Antara ide dan tindakan, terdapat proses. Proses ini butuh direncanakan, tapi jangan terlalu berlebihan. Terlalu lama di perencanaan, membuat kita akhirnya cuma menghasilkan rencana dan terlalu capek untuk menjalankannya. Perhitungkan dan rencanakan dengan baik, tapi bukan dengan berlama-lama. Apapun alasannya, kalau perhitungan dan perencanaan terlalu panjang dan bertele-tele, tidak ada hasil bagusnya.

Rencana adalah alat yang mengantar kita pada tindakan. Jadi, tetapkan dengan jelas dulu adalah hasil apa yang diharapkan, apa yang harus dilakukan supaya hasil itu diperoleh dan kapan itu akan dilakukan. Bukan sebaliknya, berputar-putar dengan konsep yang luas dan abstrak, lalu baru mencoba mencari apa ujungnya. Cara terakhir ini kerap saya temui. Kalau dengan cara yang terakhir, jadinya rencana ‘pepesan kosong’.

Dalam perencanaan, berhitunglah mundur, bukan maju. Bila tidak, yang kita dapat cuma konsep indah-indah tapi tidak jelas apa yang jadi prioritas tindakan kita. Itu karena semua konsep ideal itu baik dan indah, tapi yang kita perlukan adalah yang tepat guna sesuai kebutuhan kita.

Stop debating, start deciding!

Jangan kebanyakan bikin ‘kongres’, seminar atau debat. Ini penyakit lainnya yang membuat ide jauh dari tindakan. Ada istilah keren yang sering digunakan untuk hal yang saya maksud ini, yaitu brainstorming. Tapi acap kali, brain-nya makin tak jernih, cuma storming-nya saja yang makin hilang arah. Ini karena kita rawan lupa akan tujuan, dan asyik berbolak-balik kata dan ide.

Semakin sebuah ide atau rencana diperdebatkan, semakin banyak alasan untuk memikirkan lebih jauh, dan tidak melakukan sesuatu. Ingat, brainstorming dan argumentasi adalah ‘alat’ mencari keputusan terbaik. Jangan kecanduan pada alatnya, dan lupa tujuannya.

Menunggu tidak sama dengan menunda!

Terakhir, soal momentum untuk bertindak. Kadangkala, kita sudah punya ide dan siap bertindak, tapi waktunya belum tepat. Itu artinya kita harus mau menunggu dengan sabar. Tapi, sabar menunggu bukan berarti tidak melakukan sesuatu. Momentum yang pas harus ditunggu, tapi persiapan harus dimulai sesegera mungkin. Itu karena momentum yang tepat untuk bertindak tidak boleh disia-siakan dan harus segera digunakan. Untuk bisa bereaksi secara tepat dan cepat seperti itu, kita bersiap-siapa saat kita menunggu.

Itulah mengapa menunggu tak sama dengan menunda. Menunda seringkali karena kita terpaksa tidak bisa bertindak pada saat yang direncanakan. Itu berarti kita tak bisa menunggu momentum yang tepat, dan akhirnya toh harus menahan diri untuk bertindak. Bila demikian, persiapan kita tidak mulus, dan sangat mungkin ide kita tak terealisasi dengan efektif.

Lebih baik menunggu momentum yang pas dengan mempersiapkan diri dengan baik, dan bila saatnya tiba, bertindaklah dengan lugas, cepat, dan tepat.

Dan jembatan yang mengantar ide menuju tindakan pun tak lagi jauh!

Any thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s