Pilih passive talents!

Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri sebuah launching event yang diadakan oleh sebuah agensi penyedia jasa human resources internasional, yang baru meresmikan kantor cabangnya di Surabaya. Dalam salah satu obrolan saya dengan Managing Director dan Sales Manager lembaga tersebut, persoalan soal memilih talent muncul. Tentu memilih talent bukan topik istimewa sama sekali.

Malah terus terang menurut saya topik ini sudah sering jadi bahan obrolan basa-basi dalam komunitas HR. Ini karena hampir semua orang saat ini menggunakan istilah talent ini untuk apapun yang terkait rekrutmen. Padahal sebuah bisnis atau organisasi, ketika merekrut tentu tidak hanya merekrut talent kan. Ada juga orang yang tidak bisa dikategorikan talent, tapi kompetensinya sudah cukup memadai dan sesuai kebutuhan bisnis juga. Selain itu, merekrut talent juga bukanlah barang gampangan, karena banyak sekali yang mengaku talent, tapi belum tentu semua yang mengaku talent memang benar-benar talent.

Dan tidak semua talent kita butuhkan!

Pendek kata, ada dua hal yang penting, yaitu mengetahui dengan jelas talent dengan kualifikasi apa yang kita butuhkan, dan mengetahui cara mengenali talent yang benar-benar memang talent.

Soal mengetahui dengan jelas talent dengan kualitas yang bagaimana, adalah soal memahami esensi bisnis kita sendiri. Kalau kita paham bisnis kita sendiri, maka kita tentu tahu keahlian dan ketrampilan apa yang kita perlukan untuk membuat bisnis kita berkembang. Kita cukup harus paham bahwa hanya pada fungsi-fungsi kunci pada bisnis lah kita harus memiliki talent. Kita juga harus paham harus sejauh mana keahlian talent itu dibutuhkan bisnis. Kurang ahli tidaklah bagus, terlalu ahli melebihi kebutuhan sama dengan mensia-siakan sumber daya. Betul kan?

Ingat, kita harus paham betul talent mana saja yang kita butuhkan, karena tidak semua posisi harus diisi talent. Talent melebihi yang diperlukan bisnis malah merusak, karena mereka akan frustrasi dan merasa sia-sia tanpa bisa beraktualisasi.

Yang kedua adalah soal memilih talent. Ada ungkapan yang kerap kita dengar, don’t judge the book by its cover. Ungkapan ini juga berlaku dalam soal memilih talent. Hanya saja, apabila pada buku, kita sering meremehkan isi buku karena cover-nya dirasa kurang meyakinkan; maka pada talent yang kerap terjadi adalah sebaliknya. Dalam banyak kasus, yang mulanya tampak sebagai talent ternyata dalam realitas tak lebih dari tong kosong yang nyaring bunyinya.

Seringkali, talent yang sungguh-sungguh talent justru tidak tampak terlalu terpoles dan mudah dikenali. Penyebabnya sederhana saja, mereka sibuk  menghasilkan dampak nyata. Bertolak belakang dengan mereka yang mengklaim dirinya sebagai talent dengan polesan berupa tampilan yang keren, setumpuk sertifikasi dan curriculum vitae yang gemerlap; mereka tampaknya tidak mementingkan polesan-polesan yang memang menarik tapi tidak serta merta menjamin kemampuan nyata mereka. Mereka bagai berlian, dan berlian kan tidak akan tampak tercecer di pinggir jalan sehingga mudah ditemukan. Apabila kita melihat sesuatu yang berkilauan di pinggir jalan, kemungkinan besar itu pecahan kaca, bukan berlian. Berlian biasanya tersembunyi di dalam tanah. Demikian pula talent yang sungguh-sungguh talent. Mereka inilah yang disebut passive talent.

diamond in the rough

Menurut pengalaman saya, passive talent ini umumnya jauh lebih bagus untuk bisnis karena dua hal. Pertama, mereka adalah orang yang sibuk membangun portofolio hasil kerja mereka secara fokus dan sungguh-sungguh. Investasi pada talent seperti ini jelas bagus untuk bisnis. Kedua, mereka biasanya lebih berkomitmen untuk menciptakan hasil nyata. Ini bertolakbelakang dengan para talent yang fokus ‘menjual dirinya’ sehingga umumnya tidak pernah menyelesaikan pekerjaannya dan kerap berpindah-pindah pekerjaan dalam jangka waktu yang pendek. Investasi pada mereka jelas lebih beresiko bagi bisnis.

Jeli dalam menemukan passive talent ini salah satu kunci dalam membangun bisnis!

2 responses to “Pilih passive talents!

  1. It is true…. looking for talent is not easy…it is a combination between value, leadership and real execution…not only designing concept…
    Mostly we found people is very creative to design concept, but doesn’t have gut to make unpopular decision and …thus sometime the concept is just a concept…never been implemented at all…🙂

Any thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s