OD di 2012 – Catatan ketiga: Dunia bisnis sebagai pilar utama kesejahteraan umum?

Catatan ketiga seputar OD di 2012 ini bisa jadi salah satu tulisan yang butuh waktu lama untuk menyelesaikan. Tapi akhirnya jadi juga…. Yang saya angkat disini mungkin bukan sesuatu yang disukai kawan-kawan yang meyakini konsep negara kesejahteraan (welfare-state). Mengapa? Karena melalui tulisan ini, saya ingin mengajak kita berefleksi atas kemungkinan bahwa dunia sedang bergerak ke kondisi […]

Read More OD di 2012 – Catatan ketiga: Dunia bisnis sebagai pilar utama kesejahteraan umum?

Rame-rame!

Beberapa tahun lalu, ada iklan rokok yang dikenal dengan tagline “asyiknya rame-rame”. Itu membuatku pernah berpikir bahwa kalau yang namanya melakukan sesuatu secara rame-rame itu akan bikin apapun lebih asyik. Tapi tampaknya, tidak demikian. Setidaknya, berdasar pengalamanku, rame-rame itu tidak selalu enak. Tapi, sekarang ini, rame-rame jadi hal yang istimewa. Lihat saja, menyanyi rame-rame lagi jadi trend dimana grup-grup boyband dan girlband banyak terbentuk. Memang sebagian orang beranggapan karena ini ketularan trend Korean pop yang bertabur boyband dan girlband. Tapi memang kenyataannya, menyanyi secara gerombolan ini terbukti menarik penggemar. Nonton bola rame-rame sekarang juga makin ngetrend, Entah itu nonton bareng alias nobar di kafe-kafe, di perumahan, atau bahkan di poskamling. Nonton bola di stadion pun kini bukan hanya didominasi oleh suporter, tapi juga orang kebanyakan yang bukan penggemar bola. Bahkan, sampai memakan korban jiwa. Seorang penonton yang meninggal terinjak-injak massa waktu final sepakbola Sea Games 2011 […]

Read More Rame-rame!

Zeitgeist

Zeitgeist is a name of a cafe in Seattle’s Pioneer Square neighborhood.  It was one of my favorite places in that rainy city. Zeitgeist, is also a word that means the spirit of the age.  There is even a global movement with zeitgeist as its name. But, I see it more as an interesting word. […]

Read More Zeitgeist