Kecanduan ngeksis!

Kalau saya ingin memahami masyarakat kita sekarang, saya memilih mendengarkan Syahrini daripada sosiolog atau psikolog. Kenapa? Karena Syahrini benar-benar memahami kondisi psikologis dan sosiologis masyarakat kita hehehe…

Maksud saya begini….. Dari figur publik yang nyleneh seperti Syahrini, saya lebih bisa memahami apa yang sedang menjadi trend di masyarakat kita, dan mengapa trend itu muncul. Dan saat ini, apapun trend yang muncul, temanya adalah seputar satu hal yang sama. Apa itu? Pencitraan eksistensi, alias ngeksis!

OK, sebagian orang akan berkomentar begini: Apanya yang baru? Ngeksis ini juga dari dulu sudah ada.

Setuju! Tapi ada yang berbeda dengan ngeksis di jaman sekarang, dan perbedaan itu direpresentasikan dengan sangat efektif oleh pesohor macam Syahrini. Kalau ngeksis dari jaman ke jaman itu adalah mencari jati diri dan mengekspresikan diri, maka ngeksis yang lagi trend sekarang bukan hanya sebatas itu, tapi adalah upaya luar biasa untuk bikin sensasi terus menerus. Sensasi harus selalu dibikin, agar eksistensi tak tenggelam.

Bahkan, saya kerap tergoda untuk berpikir bahwa yang terjadi sekarang bukan soal ngeksis-nya, tapi kecanduan ngeksis. Kecanduan ngeksis ini bukan terjadi pada para pesohor macam Syahrini, tapi pada orang-orang yang kerap kita temui di sekitar kita. Kalau Syahrini bikin sensasi, itu adalah lumrah dan bagian dari pekerjaannya. Pesohor, seperti juga politisi dan pekerjaan-pekerjaan lain yang mengandalkan expose media tentulah perlu bikin sensasi agar tetap menjadi pusat perhatian.

Sementara pesohor punya media massa, orang ‘biasa’ pun sekarang punya media, dan juga merasa butuh bikin sensasi agar tetap tampak mencolok di media orang ‘biasa’, yaitu media sosial. Dan ini bukan karena tuntutan pekerjaan seperti Syahrini, tapi ini kebutuhan psikologis mereka, yang seakan tiada puas-puasnya.

Kecanduan ngeksis tidak terjadi dengan sendirinya. Saya menduga, asalnya karena ada beberapa orang yang merasa eksistensinya kurang nyata, sehingga apapun yang perlu dilakukan agar senantiasa ngeksis pun dilakukan. Kondisi ini kemudian membuat orang-orang yang tadinya tidak merasa ada masalah soal eksistensi diri jadi punya pikiran, atau lebih tepatnya kekuatiran, bahwa mereka juga kurang eksis.

Lalu, di antara orang-orang yang ragu atas eksistensi dirinya ini, yang mungkin konsep dirinya agak rawan terpengaruh dan ikut-ikutan, menjadi pengikut gerakan ngeksis ini. Sebuah semangat pemberontakan yang didasari keinginan menjadi diri sendiri, walau diri sendiri yang seperti apa yang hendak dibikin eksis juga kerap kali tidak terlalu jelas.

Nah, saya menyebutnya kecanduan, karena sebenarnya rasa kurang eksis itu yang memotivasi mereka membikin sensasi dalam beragam bentuk. Lalu, karena ngeksis melalui sensasi ini bagaikan lomba untuk lebih ngeksis, maka siapapun yang merasa kalah ngeksis pun ingin lebih ngeksis lagi. Proses ini tak ubahnya sebuah kondisi kecanduan.

jxmn_45

Bukan hanya berupa status di media sosial, tapi membikin sensasi ini soal melakukan apapun yang bikin diri kita tampak beda. Bisa melalui terus menerus berfoto dengan gaya yang bak selebritis untuk menarik perhatian. Bisa juga dengan cara berpakaian yang berbeda secara mencolok dengan lingkungan. Atau membikin komentar-komentar vulgar, radikal atau kasar. Apapun yang bisa sensasional, entah itu sesuatu yang disukai ataupun yang kontroversial dan bikin marah banyak orang. Bisa pula berupa inovasi yang mungkin tidak jelas gunanya, tapi nyata dalam keseharian yang dicontohkan Syahrini, dengan trademark-nya yang khas yaitu menciptakan istilah-istilah kebahasaan yang nyeleneh macam cetaarr membahana badai, terpampang nyata dan sebagainya.

Yang penting, rasa lapar akan ngeksis ini memotivasi orang untuk membikin sensasi. Tidak hanya di media sosial, tapi bahkan dalam banyak aspek kehidupan.

Selamat datang di era candu baru, era candu ngeksis yang terpampang nyata dimana setiap orang adalah selebriti yang tidak akan bisa hidup tanpa bikin sensasi!

2 responses to “Kecanduan ngeksis!

Any thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s