Awas kemalasan digital!

Salah satu masalah baru di era digital adalah saat dimana ada yang beranggapan apabila sudah mengirim surat elektronik (surela) alias email, atau pesan digital lainnya, maka masalah selesai.

Padahal, email atau pesan digital adalah alat komunikasi, bukan proses dan solusi masalah. Sudah mengirim pesan digital bukan berarti telah terjadi komunikasi efektif, dan masalah dengan sendirinya akan beres. Itu asumsi yang salah.

Malah, sayangnya, sejak penggunaan surel dan pesan digital makin mengisi kesibukan kita, seringkali kita jadi lebih rumit dalam berkomunikasi. Rumit dalam artian bahwa miskomunikasi bukan berarti berkurang, dan terkadang muncul masalah baru karena berkurangnya komunikasi langsung.

Dan tentu proses begini makin bikin lambat.

Celakanya, kerap kita temui orang di pekerjaan kita yang menjawab dengan jawaban-jawaban yang terdengar masuk akal, tapi sebenarnya bermasalah. Jawaban-jawaban itu semisal bahwa mereka masih menunggu jawaban, atau mereka sudah mengirim pesan tapi tidak ada tanggapan, atau lebih parah…… mereka merasa sudah merasa menyelesaikan tugas karena sudah meneruskan pesan atau instruksi ke pihak lain.

Yang hilang dari jawaban-jawaban tersebut adalah: Apa kemajuan nyata atau progress dari pekerjaan itu? Jawaban sesungguhnya jelas: Tidak ada progress nyata!

Sebab, mengirim pesan bukan berarti sudah ada progress. Mengirim pesan bahkan bukan berarti sudah ada komunikasi.

Advertisements

Any thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s