Mencetak budaya?

Kebiasaan dan budaya kerja yang baik mengantar pada organisasi dan hasil kerja yang bagus. Sebaliknya kebiasaan dan budaya kerja yang tidak baik membawa hasil dan dampak buruk.

Tapi kuncinya adalah bagaimana kebiasaan dan budaya terbentuk. Akan terbentuk baik apabila ‘cetakan’ atau ‘mould’ nya bagus. Dan tentu, sebaliknya juga sama. Cetakan atau mould ini terletak pada bagaimana prinsip kerja diterapkan, dan bagaimana metode kerja diterapkan secara ajeg/konsisten.

Tanpa ada cara pandang yang sama di benak semua orang dalam bisnis tentang bagaimana prinsip bisnis tersebut dijelaskan, maka pekerjaan yang dijalankan hanyalah segerombolan orang yang bekerja sendiri-sendiri untuk kepentingan masing-masing. Tanpa pandangan yang sama tentang prinsip kerja, tidak ada cetakan mental yang menjadi fondasi kebiasaan dan budaya kerja.

Tanpa ada penegakan konsistensi dalam menerapkan metode kerja yang digariskan, maka bisnis hanya berisi orang-orang yang bekerja dengan cara masing-masing yang dirasa paling praktis sesuai kepentingan dan kenyamanan mereka. Pada situasi seperti ini, jangan harap ada sinergi efektif menuju hasil kerja produktif, karena pada dasarnya bagaimana pekerjaan dilakukan adalah urusan diri masing-masing. Pada situasi seperti ini, jelas tidak ada cetakan perilaku kerja yang menjadi wadah pembentuk kebiasaan dan budaya kerja.

Hanya ‘cetakan’ yang tepat yang akan membentuk dengan baik. Jadi bagaimana dengan bisnis dan pekerjaan anda? Apa ‘cetakan’nya? Apa sudah bagus? Atau jangan-jangan masih belum ada?

 

Advertisements

Any thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s