Lihatlah konsumennya

Bisnis akan senantiasa berkembang selama konsumennya merasa membutuhkan bisnis itu. Tapi konsumen punya pilihan beragam, apabila bisnis tak lagi menyediakan kebutuhan sesuai harapan mereka. Bisa jadi konsumen komplain saja, bisa juga pindah ke kompetitor, atau boleh jadi tidak peduli.

Jadi sebenarnya, bisnis lebih butuh konsumen daripada konsumen butuh bisnis.

Ini karena bukan hanya bisnis butuh konsumen untuk membeli produk atau jasanya, tapi juga karena bisnis butuh keterikatan dari konsumen. Artinya, konsumen mau terus menjadi pelanggan, dan….. ini lebih penting lagi…… konsumen juga mau memberikan masukan untuk pengembangan bisnis lebih lanjut.

Bisa dikatakan, konsumen tidak hanya memakai, tapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan bisnis itu.

Perlu diingat, bisnis yang benar-benar dikelola dengan bagus, akan membuat konsumen merasakan kepedulian kepada kualitas bisnis tersebut. Ketika konsumen begitu peduli dengan kualitas bisnis kita, maka bisnis kita sehat. Ini tentunya karena konsumen merasa butuh dan punya rasa memiliki terhadap bisnis.

Ini mengapa bisnis yang bagus itu seperti transportasi publik. Para konsumen penggunanya sangat membutuhkan, dan dengan senang hati ingin memberikan masukan agar kualitasnya makin baik. Pada kondisi itulah, keingin memperkuat bisnis tidak hanya ada pada manajemen bisnis, tapi juga dari konsumennya.

Inilah strategi business sustainability yang sehat.

Advertisements

Any thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s