Dilema memilih

Terus menerus kita mendengar bahwa masalah SDM dalam bisnis adalah selalu soal sulitnya memperoleh SDM yang kompeten. Lalu, apakah sebenarnya ukuran yang jelas membedakan SDM yang sudah kompeten untuk diajak bergabung ke bisnis kita, dengan SDM yang biasa saja dan tidak cukup kompeten untuk masuk tim kita?

Dan, apakah kandidat yang sempurna itu dengan segera bisa kita ajak bergabung?

Pernahkah kita perhitungkan waktu tunggu yang harus dilalui bisnis demi mendapat kandidat yang kompeten sempurna yang kita mau? Jangan-jangan, kita lupa melihat dari sisi sang kandidat sempurna, bahwa mungkin bisnis kita tidak cukup sempurna bagi dia untuk berlabuh?

Tapi di sisi lain, bila kita tidak jeli memilih, dan karena keterbatasan waktu, kita putuskan memilih, mungkin kandidat yang terpilih bukan yang tepat untuk kita? Bila begini urusannya, berapa kerugian akibat tidak optimalnya kinerja kandidat yang tidak pas ini?

Walau ini terkesan rumit, sebenarnya situasi ini bisa dijelaskan dengan sederhana. Mendapatkan kandidat itu soal persiapan dan kesiapan.

Pertama, bisnis yang mempersiapkan diri untuk menarik dan memberi ruang bagi kandidat bagus akan menarik kandidat bagus. Kedua, bisnis yang sudah memiliki kesiapan untuk menerima kandidat yang masih belum matang, tapi potensial menjadi bagus, akan secara alami membuat kandidat potensial tadi menjadi benar-benar bagus.

Pertanyaannya, apakah bisnis kita sudah di-manage untuk punya persiapan dan kesiapan seperti itu?

Advertisements

Any thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s